THE LANDMARK DIETARY SUPPLEMENT STUDY

Penelitian Landmark tentang Suplemen Makanan: Penggunaan, tingkat kesehatan, dan status gizi para pengguna suplemen makanan jangka panjang: penelitian cross-sectional

Gladys Block, Christopher D Jensen, Edward P Norkus, Tapashi B Dalvi, Les G Wong, Jamie F McManus and Mark L Hudes.

Nutrition Journal 2007, 6:30doi:10.1186/1475-2891-6-30
Published 24 October 2007

ABSTRAK

LATAR BELAKANG

Penggunaan suplemen makanan di Amerika Serikat merupakan hal yang lazim dan menjadi sumber nutrisi yang penting. Namun, sedikit yang mengetahui tentang individu yang secara rutin mengkonsumsi beberapa suplemen makanan. Penelitian ini menjelaskan penggunaan suplemen makanan, status kesehatan, dan status gizi para pengguna suplemen makanan jangka panjang, dan membuat perbandingan antara yang bukan-pengguna suplemen dan pengguna suplemen multivitamin/mineral.

METODE

Menggunakan desain penelitian cross-sectional, informasi diperoleh melalui kuesioner secara online dan pemeriksaan fisik (darah puasa, tekanan darah, berat badan) dari para pengguna beberapa suplemen makanan yang diproduksi oleh Shaklee Corporation (Pengguna Beberapa Supplemen, n = 278). Untuk data bukan-pengguna (Bukan Pengguna Supplemen, n=602 ) dan pengguna suplemen multivitamin/mineral (Pengguna Suplemen Tunggal, n=176) diperoleh dari Survei Nasional tentang Kesehatan dan Pemeriksaan Gizi (NHANES) 2001-2002 dan NHANES III 1988-1994. Penelitian ini menggunakan metode regresi logistik untuk memperkirakan rasio risiko dengan derajat kepercayaan 95%.

HASIL

Jenis suplemen makanan yang dikonsumsi setiap hari oleh lebih dari 50% para Pengguna Beberapa Suplemen makanan diantaranya multivitamin/mineral, B-kompleks, vitamin C, karotenoid, vitamin E, kalsium dengan vitamin D, asam lemak omega-3, flavonoid, lesitin, alfalfa, koenzim Q10 dengan resveratrol, glukosamin, dan suplemen herbal untuk daya tahan tubuh. Mayoritas wanita juga mengkonsumsi suplemen asam gamma linolenat dan probiotik, sedangkan laki-laki juga mengkonsumsi suplemen zinc, bawang putih, saw palmetto, dan protein kedelai. Konsentrasi serum nutrisi umumnya meningkat dengan meningkatnya penggunaan suplemen makanan. Setelah disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, pendapatan, pendidikan, dan indeks massa tubuh, penggunaan suplemen yang lebih banyak berhubungan dengan konsentrasi yang lebih menguntungkan pada serum homosistein, C-reactive protein, kolesterol HDL (high-density lipoprotein), dan trigliserida, serta risiko lebih rendah pada tekanan darah tinggi dan diabetes.

KESIMPULAN

Kelompok pengguna beberapa suplemen makanan jangka panjang mengkonsumsi berbagai macam vitamin/mineral, herbal, dan suplemen makanan tertentu setiap hari. Mereka cenderung memiliki kondisi yang lebih baik pada penanda penyakit kronis, tekanan darah tinggi, dan diabetes dibandingkan dengan kelompok yang bukan-pengguna suplemen dan pengguna multivitamin/mineral. Temuan ini harus dikonfirmasi dengan mempelajari pola penggunaan suplemen, tingkat kesehatan, dan status gizi para pengguna berbagai suplemen makanan pada kelompok lain.

Penulis dan Institusi:

  • Gladys Block
    PhD, School of Public Health, University of California, Berkeley, CA
  • Christopher D. Jensen
    PhD, MPH, School of Public Health, University of California, Berkeley, CA
  • Edward P. Norkus
    PhD, Department of Medical Research, Our Lady of Mercy Medical Center, Bronx, NY
  • Tapashi B. Dalvi
    MPH, School of Public Health, University of California, Berkeley, CA
  • Les G. Wong
    BS, Shaklee Corporation, Pleasanton, CA
  • Jamie F. McManus
    MD, Shaklee Corporation, Pleasanton, CA
  • Mark L. Hudes
    PhD, Nutritional Sciences, University of California, Berkeley, CA